Pengantar
Buat saya pribadi, penugasan dari pimpinan ke wilayah Timur Indonesia ternyata membawa keberkahan tersendiri, saya diberikan kesempatan menyaksikan butiran mutiara atau kalo tidak berlebihan saya menyebutkan "Secuil Tanah Surga" yang jatuh ke bumi.
Amazing... takjub... itulah kesan awal saya menapakkan kaki di daratan Flores, propinsi NTT.
Alamnya, adat istiadatnya, masyarakatnya dengan penuh kesahajaannya, sangat dan sangat menarik untuk didalami dan di explore lebih mendalam untuk memunculkan potensinya yang sangat besar....
NGADA
Merupakan sebuah kabupaten dengan ketinggian kl. 1.100 mdpl, ibukotanya Bajawa, dapat dicapai dari Jakarta dengan penerbangan direct maskapai Lion Grup Jakarta - Kupang - Bajawa
Jakarta - Kupang ditempuh dengan lama perjalanan kl. 2,5 jam, tiba di kupang transit kl 1,5 jam dan melanjutkan perjalanan dengan pesawat Wing Air ataupun dengan maskapai Trans Nusa jenis ATR 72-600 kl. 1 jam.
Setelah perjalanan 1 jam tiba di Bandara Soa di Bajawa, bila anda perjalanan backpacker-an tidak usah khawatir setelah keluar dari ruang bandara banyak taksi yang menawarkan jasa untuk ke kota Bajawa (kl 0,5 jam menuju kota Bajawa).
Sebuah kabupaten yang sangat kaya ragam adat istiadatnya, keramahan masyarakatnya dan surga penikmat kopi. sebagai daerah pegunungan tanaman kopi sangat cocok dan subur tumbuh di wilayah ini, baik Robusta dan Arabica.
Dalam sebuah wilayah kabupaten kita bisa menikmati wisata pegunungan maupun wisata pantai, ada pantai utara dengan pasir nya yang halus dan putih, dan eksotis pantai selatan dengan pantai berbatu dan pasir hitamnya sehingga membuat airnya sangat jernih bahkan hingga kedalaman 7-10 meter sinar matahari masih sangat jelas.
Hal tersebut diatas baru berhubungan dengan alamnya, belum lagi wisata budayanya, masih ada hingga kini sebuah kawasan pemukiman penduduk yang sejak zaman dahulu sudah ada, bahkan peninggalannya serta adatnya masih terlestarikan hingga sekarang.
Semoga Allah SWT masih memberikan kekuatan ingatan saya untuk menyebutkan lokasi-lokasi wisata yang layak atau bahkan wajib dikunjungi atau wajib dilihat saat ke Tanah Ngada, diantaranya :
- Bukit Patung Bunda Maria atau Bukit Wolowio
- Kawah Wawomuda
- Bukit menara telkom/Wolobobo
- Pantai Riung dengan 17 Pulaunya (Pulau Rutong, Pulau Tiga, Pulau Tembang)
- Labuan Kelambu, Riung
- Pantai Tanjung Tonggo (pantai Selatan Flores)
- Air Panas Mengeruda
- Air Panas Jerebu'u / Malanage
- Kampung adat Bena
- Air Terjun Ogi
- Perbukitan Marunggela
- Desa terpencil Lopijo
- Seminari Todabelu (Seminari Mataloko)
- Berburu Adat
- Landscape Manulalu
Saat datang ke kabupaten Ngada dan bila anda beruntung atau pas waktunya ada salah satu budaya yang masih dilestarikan yakni acara Tinju Adat atau Ettu atau Sagi yang diadakan secara bergilir waktunya dari beberapa kampung, acara ini diawali dengan tarian-tarian penyemangat bagi para petarung, setelah itu wasit memanggil para petarung untuk maju dan berlaga berhadapan, uniknya setiap pemain didampingi satu orang dibelakangnya untuk memberikan "waktu" kapan harus maju dan memukul lawan.
Acara Tinju Adat ini tidak semata milik kabupaten Ngada namun juga kabupaten Nagekeo (kabupaten pemekaran Ngada) yang nota notabene masih satu rumpun adat, biasanya dilaksanakan di kecamatan Soa, Ngada dan kecamatan Boawae, Nagekeo.
Hal unik lainnya dari laga Tinju Adat yakni jangan dibayangkan para petarung menggunakan sarung tinju layaknya laga tinju yang biasa kita lihat di televisi, melainkan menggunakan semacam benda yang terbuat dari tanduk dan dibalut dengan lilitan tali ijuk dan diikatkan pada tangan kanan atau hanya pada salah satu tangan pemain/petarung. Tidak jarang pemain harus mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Laga ini juga menggunakan waktu/ronde yang ditetapkan oleh wasit dan bila sudah berakhir kedua pemain akan saling berpelukan dan kembali tertawa walaupun terkadang ada yang mengalami luka akibat terkena pukulan, tidak ada dendam bahkan dilarang, apabila diketahui masih dendam kemungkinan besar tidak boleh mengikuti permainan/laga ini lagi, apabila masih belum puas maka pemain akan mengikuti pada waktu berikutnya di kampung lainnya dengan waktu yang berbeda.
Merupakan Kalender tahunan di kabupaten Ngada untuk pelaksanaan pesta kampung yakni Reba yang merupakan pesta adat sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan YME atas limpahan hasil panen tahunan.
**akan di update terus deh kalo sudah ingat yang lainnya...!!
Bukit Patung Bunda Maria / Bukit Wolowio
Tinju Adat / Ettu / Sagi






















